Belitung.. dulu pulau ini memang tidak seterkenal Bangka. Sejak pemerintah menetapkan
provinsi Babel (Bangka Belitung) sebagian besar masyarakat tahunya Babel itu adalah Bangka. (Apalagi martabak Bangka di Jakarta ada dimana-mana.. hehehe jadinya siapa sih yang tidak tahu Bangka?) ;D

Baru kemudian setelah Andrea Hirata membuat novel Laskar Pelangi dan kisahnya dituangkan dalam bentuk film oleh Miles Production, masyarakat akhirnya menyadari keberadaannya dan langsung terpana melihat kecantikan pulau ini. Dan Laskar Pelangi (baca: Andrea Hirata) jelas mengubah pulau Belitung yang tadinya seolah-olah hanya sebuah nama didalam perpetaan Indonesia, mendadak sontak menjadi pusat perhatian semua orang.

Setelah Laskar Pelangi meraih sukses di kancah perfilman Indonesia, kehidupan masyarakat Belitung pun berubah total. Pariwisata mereka langsung terkenal dan tentunya ini berimbas ke perekonomian masyarakat Belitung sendiri. Dan ketika suatu hari saya melihat gambar pantai dan pulau-pulau kecilnya yang sangat indah di majalah dan televisi, juga membaca novelnya, dalam hati saya pun bertekad bahwa suatu hari saya akan mengunjungi pulau cantik ini.

Dan akhirnya tibalah saat itu.. salah seorang teman kantor mengorganisir trip ke Belitung, saya dan hubby langsung bergabung bersama mereka. Setelah menonton film Laskar Pelangi dan melihat lokasi syuting yang digunakan di pantai dan laut yang berbatu-batu besar, saya sungguh jatuh cinta dengan keindahan pulau ini.
Walaupun menurut beberapa teman, Belitung sangat panas dan saya sempat ragu karena itu (biasa, perempuan kalau sudah masalah panas matahari kan agak sensitif.. takut itemlah, takut itulah.. ;D) namun akhirnya saya memantabkan hati dan betul-betul ingin melihat dengan mata kepala sendiri keindahan pulau ini.

Hari pertama – 6 November 2009

Dari 14 orang yang akan berangkat dalam trip kali ini, saya dan hubby bersama sahabat kami yang juga suami istri Mas Tyo dan Linda berangkat duluan pada hari jumat.. sedangkan teman-teman kami yang lain berangkat hari sabtu. Biasa, suami-istri sekalian mau hanimunan dulu.. xixixi *ga mau rugi.com*
Jadilah kami berempat berangkat menggunakan pesawat Sriwijaya Air pada hari jumat jam 6.45 pagi dan tiba di bandara Hanandjoeddin Tanjung Pandan sekitar jam 7.35 pagi. Turun dari pesawat kami langsung disambut dengan matahari Belitung yang cukup terik dan cuaca yang cerah.. hmm saya langsung membayangkan pantai yang indah dan berharap semoga cuaca terus cerah dan tidak hujan selama kami di surga tropis ini.. ;)
Proses pengambilan barang di baggage claim berjalan dengan agak lama dan manual (barang diturunkan dari pesawat, di angkut dengan troli dan dibawa ke ruang tunggu penumpang) hmm ada yang patut disayangkan disini.. ruangan yang ber AC ternyata tidak serta merta membuat penumpang sadar untuk tidak merokok di dalam ruangan ;( beberapa penumpang (kalau boleh dibilang banyak) dengan seenaknya saja merokok didalam ruangan AC dan membuat ruangan yang ukurannya tidak terlalu besar itu jadi terasa sumpek! kenapa tidak ada peraturan dilarang merokok di ruang tunggu ini ya? *sighh*

Setelah menunggu beberapa saat kami pun di jemput oleh mobil travel kami (selama di Belitung kami mencarter bus dengan kapasitas yang cukup untuk menampung 14 orang tetapi karena hari pertama kami hanya berempat, kami dijemput menggunakan mobil sedan)
Driver -dan sekaligus guide yang menjemput kami sangat talkative.. hihihi jadi sebentar saja kami semua sudah well informed dengan Belitung dan pariwisatanya. Senang rasanya mendengar celoteh ringan guide kami ini tentang perkembangan Belitung dan tentang Laskar Pelangi ;)

Hari masih pagi dan kehidupan di kota Belitung baru mulai menggeliat kami pun belum sarapan maka kami didaulat untuk mencicipi mie khas Belitung di resto mie yang sudah berdiri selama puluhan tahun turun temurun.. dan sekarang mie ini dinamakan Mie Laskar Pelangi :) Sungguh besar pengaruh Laskar Pelangi di pulau ini.. film ini betul-betul menjadi kebanggaan warga Belitung dan sangat mempengaruhi sektor pariwisata disini sehingga hampir semua hal dikaitkan dengan nama Laskar Pelangi.

Sampai di resto mie Belitung, ternyata menunya hanya 2.. Mie Belitung atau Nasi Tim. Enggak afdol rasanya kalau kami enggak memesan mienya ya, karena ini adalah makanan khas pulau ini, maka kami pun memesan mie Belitung. Hmm rasanya memang sungguh khas.. mie kuning, kentang dengan kuah yang rasanya agak manis dilengkapi dengan udang, tahu dan emping .. nyam nyam! Ini gambarnya:

 

Kami pun selesai menikmati mie khas Belitung dan sebelum beranjak menuju hotel Pondok Impian yang sudah di booking oleh mas Rahman sang EO, kami mampir dulu di Pantai Tanjung Pendem yang cukup dekat dengan hotel untuk berfoto ria..
Tapi sayang, begitu kami sampai di pantai Tanjung Pendem, hujan turun dengan derasnya! Tiba-tiba saja air seperti di curah dari langit.. hujan angin dan deraaas sekali.. kami pun berteduh di warung-warung makan yang ada di situ. Sambil menunggu hujan reda kami memesan kelapa muda dan siomay. Gawat, di Belitung kami makan terusss! dan menurut guide kami, hawa di Belitung memang membuat orang selalu pengen makan terus.. waduhhh bisa kacau nih urusan timbangan badan! ;D
Setelah tumpah ruah, perlahan hujan mulai berhenti dan langit pun sedikit cerah.. langsung kami berempat berfoto ria.. lucunya, di pantai banyak anak kepiting! kecil kecilllllllll banget, jadi kami harus agak jinjit supaya enggak menginjak mereka terlalu banyak. Walaupun sepertinya ini sia-sia abis bayi kepitingnya banyakkkkkkk banget.. enggak ada spot yang kosong dari bayi kepiting ini, jadi maaf ya mama kepiting ;( bukan maksud hati mau nginjek anak-anakmu lohh!

 

Pantai-pantai di Belitung masih sepi dan bersih banget! pasirnya halus, enggak ada sampah.. hmm coba di Jakarta ada pantai seperti ini ya.. Pantai-pantai di Bali saja udah kalah nih sama pantai-pantai di Belitung.. disini sepertinya masih belum terjamah.. indahhh sekali.

Dari pantai, kami pun menuju ke hotel Pondok Impian. Hotelnya nyaman dan bersih, cukup rekomen untuk tempat menginap selama di Tanjung Pandan. Dan matahari mulai bersinar terik di atas ubun-ubun.. haduh panasss! sampai hotel setelah bersih-bersih dan ganti pakaian, maksud hati mau melihat batas pantai yang ada disamping hotel dan melihat-lihat keadaan sekitar hotel. Sayang panas matahari yang begitu terik mulai membuat kepala agak pusing, jadi setelah berjalan sekitar 15 menit aku dan hubby mengurungkan niat kami dan kembali ke hotel. Kebetulan karena hari Jumat, para pria perlu menunaikan sholat jumat, jadi aku dan Linda beristirahat saja di kamar.
Setelah tidur sebentar dan para pria kembali dari sholat jumat, kami pergi ke resto yang terletak di dekat hotel untuk makan siang. Nama restonya Pandan Laut dengan menu utama seafood. Kemudian kami memesan ikan tenggiri bakar (wah, ikan tenggiri utuh dibakar! belom pernah nyoba nih, selama ini makan ikan tenggiri di Jakarta paling udah dalam bentuk otak-otak atau pempek kan ;p), cumi goreng tepung dan cah kangkung. Ikan tenggirinya setengah, dan tetap saja kami berempat enggak sanggup menghabiskannya (besar banget bo! wkwkwk). Waktu kami cerita ke guide kami, dia bingung juga kenapa enggak habis, setelah tahu bahwa kami makan ikan dengan proporsi nasi yang seimbang, baru dia ngajarin kami cara makan di Belitung.. nasi sedikit, lauk yang banyak.. hahaha ternyata begituuu.. ;D

 

 

Perut kenyang, dan matahari masih di atas kepala, kami pun kembali ke hotel untuk mandi dan bersiap-siap untuk explore kota Belitung. Kami berempat memang berencana untuk city tour saja di hari pertama ini, karena hari kedua teman-teman kami akan bergabung dari Jakarta dan itinerary selama di Belitung sudah dirancang oleh mas Rahman.
Setelah siap kami pun berangkat menuju pusat kota diantar oleh guide kami. Menjelajahi pelosok kota, melihat keramaian di kota Laskar Pelangi, melihat ‘mall’ kecil yang kalau di Jakarta hanya sebesar Ramayana untuk nyari topi pantai (serius?? hahaha iya saya dan Linda baru sadar bahwa kami tidak bawa topi pantai! padahal kesini kan tujuannya main di pantai.. haduh haduhh.. muter-muterlah kita nyari si topi lebar ini.. and off course, enggak ketemu! ;D yang ada malah caping! hehehe) anyway, kami betul-betul menikmati sightseeing di kota kecil nan elok ini.
Menjelang malam, kami masih terus sightseeing hingga di suatu daerah yang luasss banget seperti taman kota dan bisa dipakai untuk olahraga bersama masyarakat kota ini (kalau di Jakarta seperti Gelora Bung Karno) sayangnya saya lupa nanya nama daerah ini.. sempet punya rencana mau naik sepeda ontel disini pagi-pagi.. hmm tapi rencana tinggal rencana, sepertinya koq susah ya bangun pagi-pagi sekali buat bersepedah? ;D
Malam pun ditutup dengan nongkrong di kafe yang cukup ramai di datangi wisatawan dari luar Belitung. Namanya kafe Kareso.. saya, hubby, mas Tyo dan Linda cukup terheran-heran di kafe ini.
Karena ternyata ada live bandnya, dan mereka bagus banget! enggak kalah sama live band di Jakarta. Ck ck ck, saya sempat berdecak kagum melihat penampilan mereka. Surprise!
Disini kami nyobain makan khas Belitung lainnya yaitu tenggeng goreng (singkong goreng dikasih abon ikan) dan menggale (singkong rebus dengan saos pandan) dua-duanya enakkk.. nyamm! selain itu nasi goreng ikan asinnya juga enak lho.. :)

 

Kami nongkrong di kafe ini sampai hampir jam 11 malam, dengerin live music lagu-lagu top 40 sambil nyemal-nyemil.. seru aja, udah gitu tempatnya juga enak buat nongkrong, kafe terbuka dan meja-mejanya diset hingga keluar di pinggir jalan. Seru juga kayak di Bali..
Pulang ke hotel, rasanya tubuh penat juga setelah seharian keliling kota Tanjung Pandan. Selesai bersih-bersih kamipun tak butuh waktu lama untuk terlelap.

Hari kedua – 7 November 2009

Seperti kami kemarin, teman-teman dari Jakarta yang akan bergabung bersama kami di Belitung pun akan tiba di Tanjung Pandan sekitar pukul 7.35 pagi. Maka pagi itu kami langsung bersiap-siap untuk menyambut mereka dan pindah ke hotel Pondok Impian 2 yang lebih baru dan terletak disebelahnya agar bisa bersama-sama dengan teman-teman kami yang lain juga. Sayangnya pada hari Jumat kamar di Pondok Impian 2 sudah penuh sehingga kami mendapat kamar di Pondok Impian 1 dengan catatan pindah pada hari kedua.
Setelah kami lengkap ber 14, hari kedua (buat kami berempat, tapi hari pertama buat teman-teman yang lain) pun langsung dimulai dengan mengunjungi pantai Tanjung Tinggi (lokasi syuting Laskar Pelangi dan menikmati seafood di pantai). Astaga pantai ini indahhhhhh sekali! batu-batu besar yang dipakai syuting pun bagus sekali. Enggak puas-puas rasanya kami bermain di pantai yang berpasir halus dan bersih dan berenang-renang hingga saat makan siang tiba..

 

 

Puas bermain air dan berenang, saatnya pun tiba untuk makan siang.. ahh di Belitung memang harus makan seafood.. karena ikan dan teman-temannya itu merupakan makanan utama di pulau ini ;)
Gangan ikan ketara, ikan ilak, cumi udang goreng tepung dan ikan kuwe bakar adalah menu makan siang kami di Pantai Tanjung tinggi. Sedaapppp!

 

Malamnya, mas Rahman membawa kami semua kerumah keluarganya untuk bertemu dengan pemeran film Laskar Pelangi dan makan malam bersama. Menyenangkan sekali ngobrol-ngobrol sama anak-anak pemeran Laskar Pelangi dan orangtuanya ini, apalagi ditambah dengan makan malam Mie Belitung buatan sendiri, Pempek Palembang dan juga Otak-otak..
Kami juga sempat bermain sepeda ontel lho di halaman rumah dan berfoto-foto bersama. Malam yang menyenangkan! *Thanks to mas Rahman dan keluarga.
Kembali ke hotel, kami pun puas rasanya menikmati pulau indah dan cantik ini seharian. Enggak sabar menunggu acara besok yang sudah menunggu..

Hari ketiga - 8 November 2009

Acara hari ini adalah seharian bermain dan menikmati pulau yang indahhhhhh banget, namanya Pulau Lengkuas. Check out dari hotel Pondok Impian, kami pun menuju hotel berikut yang lebih dekat dengan pulau Lengkuas, yaitu Lor In. Astaga, hotel (atau bisa dibilang cottage) ini indah banget, cocok buat bulan madu! ;) seneng banget dapet hotel yang bagus begini di pinggir pantai.. yup pinggir pantai karena hotel ini berhadap-hadapan dengan pantai.
Hmmm sepertinya saya dan hubby menemukan tempat yang cocok buat honeymoon kedua.. hihihi

Setelah check in dan menyimpan barang-barang, kami pun bersiap-siap untuk menyebrang dengan kapal menuju pulau Lengkuas.
Oh ya dalam perjalanan menuju pulau Lengkuas kami juga sempat mampir ke pasar ikan tradisional dan sempat melihat ikan yang sangat-sangat besar! ;D
Enggak ada kata yang bisa menggambarkan keindahan pulau Lengkuas, foto-foto dibawah ini (difoto oleh hubby Wayan Saputra) akan besa menjelaskannya dengan lebih baik ;)

Indah sekali yaaaa? melihat foto-foto ini udah buat saya langsung pengen kesana lagi.. tapi kali ini berdua aja sama hubby ;) sooo romantic!
Mba Nur (istrinya mas Rahman) sudah membawa bekal piknik untuk kami semua, jadi sesampainya di pulau kami langsung menggelar tikar, menikmati kue-kue dan es buah sambil menikmati keindahan pulau. Para pria bersiap-siap untuk memancing di tengah laut jadi setelah menyiapkan peralatan pancing dan makan siang mereka naik kembali ke kapal yang membawa mereka ketengah laut. Tinggal yang wanita-wanita, kami berenang, makan-makan dan berfoto-foto ria.. seru banget!
Di pulau Lengkuas ini juga ada mercuarnya lho.. dan foto-foto yang diambil hubby dari atas mercuar betul-betul nunjukin keindahan pulau ini. This island is a hidden paradise!

Dari pulau Lengkuas, kapal juga merapat kebeberapa pulau seperti pulau Babi, dll.. semua pulau-pulai ini tidak berpenghuni dan pasir pantainya bersihhhh sekali. Duh enggak nyangka masih ada pantai seperti ini di Indonesia :) Bali? kalah jauhhhh..

Hari keempat 9 November 2009

Hari terakhir di hidden paradise. Menikmati hotel saja sampai tiba waktunya check out. Mengunjungi museum yang ada di kota, dan setelah itu kami menikmati kopi di warung kopi khas Belitung sambil menunggu waktunya ke bandara.
Rasa hati enggak ingin pulang.. enggak rela ninggalin pulau Lengkuas yang indah dan damai. Sampai lain kali pulauku yang cantik! I’ll be back for sure!!

Dee

About these ads